Rata-rata Harga AT vs MT per Tahun & Selisih Terbesar
Bagi pembeli mobil bekas di Indonesia, pilihan AT atau MT bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal harga.
Dengan melihat data nyata mobil bekas SIGRA (2016–2025), kita bisa menemukan tahun mana selisih harga AT dan MT paling besar, dan di mana pembeli bisa mendapatkan value terbaik.
Artikel ini ditulis dari sudut pandang orang yang terbiasa membaca pasar mobil bekas, bukan sekadar teori.
Metodologi Analisis (Penting)
Agar hasilnya relevan untuk calon pembeli, analisis ini menggunakan aturan berikut:
- Data: SIGRA bekas (±60 unit)
- Tahun: 2016–2025
- Transmisi: AT dan MT dipisahkan
- Harga: harga jual realistis (cash/iklan)
- Outlier ekstrem (ODD sangat tinggi, pajak mati lama) tidak dijadikan acuan utama
- Tujuan: harga yang benar-benar terasa di pasar
Rata-rata Harga AT vs MT per Tahun (SIGRA)
■ Tahun 2016
- AT: sekitar Rp 93.000.000
- MT: sekitar Rp 80.000.000
➡ Selisih harga: ± Rp 13.000.000
MT masih jauh lebih murah, cocok untuk pembeli yang fokus ke harga.
■ Tahun 2017
- AT: sekitar Rp 98.000.000
- MT: sekitar Rp 86.000.000
➡ Selisih harga: ± Rp 12.000.000
Struktur pasar masih sama dengan 2016, MT tetap opsi paling hemat.
■ Tahun 2018
- AT: sekitar Rp 112.000.000
- MT: sekitar Rp 90.000.000
➡ Selisih harga: ± Rp 22.000.000
Di sinilah jarak harga mulai melebar drastis
Permintaan AT meningkat tajam, sementara MT mulai kehilangan daya tarik.
■ Tahun 2019
- AT: sekitar Rp 120.000.000
- MT: sekitar Rp 97.000.000
➡ Selisih harga: ± Rp 23.000.000
Ini adalah selisih terbesar dalam data
AT menjadi pilihan utama pasar, MT hanya dipilih karena murah.
■ Tahun 2020
- AT: sekitar Rp 130.000.000
- MT: sekitar Rp 110.000.000
➡ Selisih harga: ± Rp 20.000.000
MT mulai jarang, tapi tetap lebih murah secara signifikan.
■ Tahun 2021
- AT: sekitar Rp 135.000.000
- MT: sekitar Rp 115.000.000
➡ Selisih harga: ± Rp 20.000.000
MT mulai bergeser ke segmen pembeli tertentu (fleet, daerah).
■ Tahun 2022
- AT: sekitar Rp 140.000.000
- MT: sekitar Rp 125.000.000
➡ Selisih harga: ± Rp 15.000.000
Semakin baru, MT tidak lagi “murah sekali”.
■ Tahun 2023–2024
- AT: sekitar Rp 145.000.000 – 150.000.000
- MT: sekitar Rp 135.000.000 – 140.000.000
➡ Selisih harga: ± Rp 10–15.000.000
MT sudah tidak jauh lebih murah dari AT.
Kesimpulan Utama: Tahun dengan Selisih Terbesar
Selisih harga AT vs MT paling besar terjadi pada:
Tahun 2018–2019
- Selisih maksimum:
± Rp 22.000.000 – Rp 23.000.000
Kenapa Selisih Terbesar Ada di 2018–2019?
Ada tiga alasan utama:
- Permintaan AT melonjak
- Kemacetan kota
- Banyak pembeli baru & pengemudi pemula
- Nilai MT turun tajam
- MT harus “lebih murah” agar laku
- Tahun masih tergolong ideal
- Tidak terlalu tua
- Masih dianggap layak untuk pemakaian harian
Kombinasi inilah yang menciptakan selisih harga terbesar.
Tips Penting untuk Pembeli Mobil Bekas
Ingin beli AT dengan harga paling “masuk akal”?
- Targetkan SIGRA AT tahun 2018 atau 2019
- ODD sekitar 50.000 – 100.000 km
- Harga pasar: Rp 110–120 jutaan
Paling seimbang antara harga, usia, dan kenyamanan.
Fokus harga termurah?
- Pilih SIGRA MT tahun 2016–2017
- Harga realistis: Rp 80 jutaan


